Buat Case, Kaos, Power Bank & E-Money

7 PRINSIP PSIKOLOGI SELLING YANG HARUS ANDA PAKAI

Saya pernah diberitahu oleh kawan kampus saya sewaktu saya menempuh sarjana dulu. Kurang lebih kalimatnya kayak gini "Intinya sih, jualan itu memainkan emosinya orang aja bro. Memainkan emosi ini biasanya arahnya ke psikologi orang bro. Kalau udah gtu, jualan apa aja juga laku bro. Makanya belajar deh ttg semua itu. Nanti rasain aja sendiri hasilnya bro"

Perkataan kawan saya ini, sampai saat ini masih melekat di pikiran saya dan selalu saya terapkan ketika saya merangkai kata demi kata untuk menjual produk produk saya. Tentu, kata demi kata ini bukan dengan cara membodohi loh ya...

Dan dari cara belajar inilah, setidaknya saya memegang 7 prinsip penting dalam psikologi selling ini...

Berikut ini prinsip prinsipnya (boleh anda pakai boleh anda jiplak boleh anda tiru);

1/ HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA SAYA DAN PEMBELI SAYA
Dalam menjual produk, banyak sekali cara dan kalimat yang saya pakai. Namun, salah satu poin penting yang selalu saya pertimbangkan adalah hubungan timbal balik antara saya dan mereka yang menjadi pembeli saya..

Misalnya, saya jualan bakso, lalu mereka "dapat apa"? Selain baksonya tentu. Misalnya, pembeli saya dapat buah setelah beli baksonya, untuk cuci mulut.

Jadi, hubungan timbal balik seperti inilah yang membuat pembeli akan merasa mendapatkan manfaat lebih ketika membeli produk kita.

Paham kan maksud saya? Hehe

2/ KOMITMEN DALAM MEMPERJUANGKAN PRODUK TERBAIK
Banyak kita jumpai pasti, produk jelek tapi laris manis. Atau produk bagus tapi lesu penjualannya. Kenapa ini bisa terjadi? Salah satu poin penting dalam menjual sebuah produk adalah komitmen kepada si produk itu sendiri..

Seperti yang saya bilang, produk terbaik, bukan produk yang bagus! Terbaik bukan berarti sempurna juga. Artinya, komitmen ini berdasarkan kemampuan kita dalam menjual produk agar produk itu sendiri tetap memberikan manfaat untuk pembelinya, diluar jelek dan bagusnya, itu hanya masalah perspektif saja menurut saya

3/ APA YANG MEREKA SUKAI?
Biasanya dalam membuat produk, ada dua dasar yang membuatnya "ada". Pertama, produk itu ada karena kita yang memang ingin ada. Kedua, produk itu ada karena produk itu memang DI INGINKAN oleh mereka (pembeli)..

Dari sini, pilihan saya hampir selalu jatuh pada pilihan kedua. Kenapa? Karena dari titik inilah saya lebih bisa mengeksplorasi psikologi seorang pembeli. Lebih leluasa juga memainkan emosi pembeli. Tentu, ini memberikan dampak yang cukup besar kepada penjualan produk produk saya :)

4/ BRANDING DI MATA MEREKA
Kekuatan branding tidak bisa di remehkan pastinya. Bahkan banyak kejadian dimana branding mematikan logika pembeli. Saya sudah membuktikan ini karena banyak pembeli yang membeli produk dulu, baru memahami apa kegunaan dan fungsinya.

Posisinya bahkan ada yang lebih parah, bahwa karena brandinglah, dimana pembeli membeli produk sampai tidak tau apa nama produknya, hanya tau penjualnya..

Masih meragukan branding? Hehe

5/ SOCIAL PROOF (TESTIMONIAL)
Nah, kalau ini bagian bagian sensitif dimana, seseorang lebih percaya kepada pembeli lainnya daripada si penjual produk itu sendiri. Ini sudah jamak kita temukan dimanapun adanya..

Hal ini wajar, karena seorang pembeli cenderung berkata lebih jujur daripad penjualnya. Benar gak? Hehe

6/ SCARCITY
Mematikan!
Ini salah satu poin penting psikologis, dimana para pembeli ini memang sangat sangat aktif ketika sudah mendekati scarcity (batas waktu tertentu)..

Bahkan saya pernah mengalami masa dimana penjualan produk meningkat hingga 300% karena scarcity ini..

Makanya jangan heran, bagi bagi diskon ini selalu di batasi waktunya. Kenapa waktu? Karena waktu tidak bisa di kembalikan..

Get it?

Selamat mencoba..
Selamat belajar..

Back To Top